Posts

Showing posts with the label Friendfic

AIRPLANES (Another Gay Story)

Image
Could we pretend that airplanes in the night sky are like shooting stars? I could really use a wish right now Aku membuka inbox dan tidak melihat ada pesan baru darinya. Prasangka buruk kembali merasuki pikiranku. Dia ga peduli ma kamu Bi . Aku tau, tapi aku juga punya hak untuk berharap dan percaya padanya. Dengan lesu aku membalas pesan masuk lainnya. Kemudian aku mengklik home. You have 1 favorites online . Pasti dia! Benar sekali, memang dia, kenapa sih dia online setiap hari? Banyak hal yang tidak aku ketahui tentang dia, tetapi kenapa aku masih berharap dan percaya dia tidak berbohong padaku? Inikah namanya cinta buta? Buzz . You receive a new message, read now? Tuh kan, dia balas kok, jangan berprasangka buruk dulu. Itu kan karena kamu yang mengirim pesan duluan, pernah dia yang memulai inisiatif? Sudah sudah, yang penting dia membalas. Kapan kamu ke Bandung? Sudah ga sabar nih pengen ML ma kamu. Lihat, bener kan? He's not good for you . Udah, diem a...

Tinggal Kenangan (Another Story #10~Unpublished)

Jujur, banyak hal2 yg udah berlalu jadi penyesalan buat gue, kadang2 kita baru bisa ngerasa kehilangan jika kita udah ga ngeliat lagi dia ada di sekitar kita. Malem ini, ga tau kenapa gue jadi kepengen dengerin lagu Gaby - Tinggal Kenangan, hehehehe, ini lagu sempet jadi headline di infotainment, majalah, blog, dsb, mulai dari ribut2 soal hak cipta, pencipta lagu, sampe kisah seputar lagu tersebut, tapi buat gue, lagu ini malah mengingatkan gue akan kehadiran seseorang yg dulu sempat mengisi hari2 gue, Bang Rendi. Kakak Misterius gue, idola gue sejak kelas 3 SMP. Gue pernah tulis friendfic ini di blog gue, gue tulis friendfic itu untuk melepaskan kerinduan akan kehadirannya. Kadangkala gue berpikir, gimana kalo saat itu gue punya keberanian utk memilih? Mgkn segala sesuatu akan berbeda, tp gue masih terlalu muda utk mengambil keputusan yg begitu besar (sampe skrg pun msh blom bisa), dan gue juga udah teriasa utk terluka, tersiksa rasa rindu, jg mgkn gue skrg udah MATI RASA wkwkwkwkwk, ...

ANOTHER STORY #9 (FINAL CHAPTER)

"Bi, kapan Kevin pulang dari Bandung?" tanya Fajar. "Yang pasti seminggu sebelum Lebaran dia udah pulang kok" "Iya, Iin udah ngajakin buka puasa bareng, katanya Bayu juga pulang lho" "Jujur ya, sebenernya aku lebih suka Kevin di Bandung dari pada dia pulang, suka bikin rese" Fajar tertawa. Sudah 7 tahun berlalu, Kevin sekarang kuliah di Unpad ambil jurusan HI, dia agak jengkel karena aku batalin ambil kuliah di Bandung juga, soalnya Ayahku memaksaku untuk kuliah di Unsri. Ivan dan Fajar sama-sama ambil Jurusan Tekim di Unsri, sebenarnya aku juga, tapi ga lulus, malah masuk Pertanian, oh deritaku, Fajar yang puas ngakak begitu tau aku lulus di Pertanian. Kami berempat (kalau Kevin pulang) masih suka main video game, meski sekarang kami sudah bukan ABG lagi. Banyak kenangan di video game itu, pernah aku dan Kevin hampir ditodong pake parang sama garong di game center hehehehehehe tapi kami berdua masih ga kapok-kapok juga. Tapi kenangan...

ANOTHER STORY #8

"Bi, kita nggak jadi main game SEGA dong malem ini?" tanya Kevin. "Iya Vin, aku kan udah janji ma Bang Rendi" "Perasaan sejak kenal sama Bang Rendi loe mulai berubah deh" sungut Kevin. Aku tertawa. "Berubah karena ga mau loe tindas lagi maksudnya? Kan bagus" "Bodoh amat, pokoknya sekarang loe hampir ga pernah nomor satu-in aku lagi. Padahal loe kan yang paling ngertiin aku" Kevin ngambek. Aku memeluk Kevin. "Hey Bro, I care for you ever and forever dan ga ada yang bisa ngerubah itu" Kevin mencibirku. "Napa Bi? Aku becanda. Kamu jangan sedih dong" "Jangan ge er deh. Hanya aku ngerasa ini terakhir kalinya aku akan bertemu Bang Rendi dan mungkin ga akan ketemu-ketemu lagi" jawabku. Kevin mencibirku. "Sok jadi peramal loe. Bi" Hp Bang Rendi bergetar. "Kan seru kalo kalian maen bertiga, biasanya juga aku selalu kalah, jadi ga ngaruh kan kalo aku ga ikutan main. See you Kevy...

ANOTHER STORY #7

"Bi, kayaknya aku ga bisa nemenin loe ke bandara hari ini" ujar Kevin begitu kami duduk di bus kota sepulang sekolah. "Lho? Kok ga bisa?" aku mendadak jengkel. "Soalnya di rumah ada acara arisan keluarga, Mama juga ngundang kalian semua, terutama loe, heran deh, kenapa Mama perhatian banget ma loe." "Hohohohoho, aku kan loveable" jawabku bangga. "Yeee, loveable jidat loe, jatahku berkurang kalo loe main ke rumahku" "Dasarrrr! Itu yang namanya cinta? Itu yang namanya sayang?" "Hoek!!! Sumpah Bi, jijik banget aku sama kalimat baru loe itu, dapet dari mana sihlloe kata-kata ntuh?" Kevin terlihat jengkel. Aku tertawa ngakak. "Dari Doni, hehehehe." "Heh?! Mau gitu nurutin Doni, ampun deh" "Yawdah, aku ke rumah loe aja, ikutan acara keluarga loe, lumayan kan banyak makanan hehehehe" aku nyengir. "Dasarrr loe tuh, makan aja yang dipikirin, herannya badan loe masih kur...

ANOTHER STORY #6

"Vin, aku dapat kiriman surat dari Bang Rendi" seruku begitu melihat Kevin di depan kelas. "Cuma surat?" "Sama prangko-prangko Jepang, aku kan bilang kalo aku suka koleksi prangko hehehe" "Mintaaa dong Bi" Aku menjulurkan lidahku. "Pokoknya aku minta! Aku kan your best friend" "Boleh, tapi satu aja ya" "Pelit! Kita kan udah buat janji, apapun yang kita dapat sebagai hadiah harus adil baginya" "Yeee, kapan loe adilnya ma aku?" "Ya itu kan derita loe Bi hehehehe" "Yawdah, aku kasih lebih banyak, tapi aku masih mau bagi ma Ivan dan Fajar" "Pokoknya bagi dua aja dulu, masalah bagian loe mau dibagi ma Ivan dan Fajar itu keputusan loe deh" "Enak aja!" aku pun menjitak kepala Kevin. "Bi, apa isi suratnya?" "Ntar aku bacain" Bocah, apa kabar? Pasti baik-baik aja. Masih suka main video game? Di sini banyak loh Game Center, kalo ...

ANOTHER STORY #5

Udah 2 bulan aku ga ngeliat Bang Rendi sejak dia mengantarkanku pulang, padahal Aku, Kevin, Ivan, dan Fajar udah nongkrong di Video Game itu hampir tiap hari. Sebenarnya bagiku dan Kevin itu cuma kebiasaan sehari-hari karena kami maniak main video game, tapi kedua temanku yang lain (Fajar dan Ivan) sering jengkel jika aku masih berlama-lama di Video Game dengan harapan bisa bertemu Bang Rendi. "Bi, kenapa sih loe ngebet banget nungguin orang itu?" protes Fajar. "Ga apa-apa sih, cuma aku mau balikin hp ini aja" "Jujur deh loe, loe ga terobsesi kan?" tanya Fajar sinis. "Maksudnya? Whatever lah" jawabku cuek. Fajar masih bersungut-sungut. Ivan cuma tertawa. Kevin, dia ma ga bergeming dari Video Game hehehe. "Udahan yok. Aku traktir makan McD nih" ujar Fajar. Mendengar tawaran Fajar aku langsung bereaksi. "Berangkat!!" seruku menarik Kevin dan Ivan. "Kamu tuh ya Bi, giliran makan aja langsung ganti haluan...

ANOTHER STORY #4

"Ini kan barang mahal Bi, dapet dari mana kamu?" tanya Kevin ketika aku menunjukkan hp Bang Rendi kepadanya. "Kakak Misterius yang menitipkannya padaku. Namanya Bang Rendi. Begini kemarin kan..." Aku menceritakan semua kejadian kemarin pada Kevin. "Berarti kamu harus nraktir aku Bi!" "Dalam rangka apa? Tepat setahun kamu telat janjian ma aku" cibirku tidak setuju. "Kalo aku kemaren dateng, kamu kan ga mungkin ketemu sama Kakak Misterius-mu kan?" "Huh, bisa aja. Tak usah ya, sudah untung aku masih mau negur kamu" "Ngomong-ngomong emang beneran Kakak itu mirip Damien Lambert-nya Time Trax?" Kevin dan aku emang fans berat Serial TV Time Trax yang dibintangi oleh Dale Midkiff yang berperan sebagai Damian Lambert si Polisi Masa Depan. Aku nyengir gede. "Menurutku sih begitu Vin." "Mata loe kan rada eror Bi, ntar malah gak mirip hahahaha" "Bodoh amat lah" "Eh Bi, hp-nya berdering, ada tel...

ANOTHER STORY #3

Sebenernya aku udah jengkel banget punya temen kayak Kevin, selalu mau menang sendiri. Udah sejam lebih aku nunggu di Bioskop, 30 menit lagi film udah dimulai dan dia belum muncul juga. Aku beranjak ke arah telepon umum di samping Snack Corner. "Halo, Kevin-nya ada?" "Bi, maaf, lagi hujan nih, deras lagi" jawab Kevin. "Tapi setengah jam yang lalu kan blom, rumah kamu kan ga nyampe setengah jam kesini, kita janjiannya sejam yang lalu" semburku marah. "Gimana lagi? Ujan gini. Kamu nonton sendiri aja ya" "What?! Bukannya kamu yang maksain mau nonton? Sampe aku nahan ga jajan seminggu ini!" aku tambah sewot. Klik! Telponku diputus!!! Arggghhh bener-bener deh ni anak mau digampar. Aku bener-bener habis kesabaran, besok-besok ga akan kuanggep temen lagi tuh anak. Dengan lesu aku duduk manyun di ruang tunggu Bioskop. Orang di sampingku terdengar bertengkar di hp, suaranya cukup keras, karena ga enak dianggap menguping aku memalingkan wajah ke ...

ANOTHER STORY #2

"Bandel! Abang udah bilang kan sebelum keluyuran pulang ke rumah dulu" sebuah suara mengagetkanku. Kakak misterius! Dia mengacak rambutku. "Tapi aku kan ga pake seragam Kak" jawabku sambil nyengir "Tapi celananya masih celana seragam sekolah, kenapa ga langsung pulang, baru main lagi Dek?" "Kalo aku pulang, ntar ga dibolehin keluar lagi, terus kalo bolak-balik kan nambah ongkos" aku beralasan. "Masih kecil udah pinter buat alasan" dia mengacak lagi rambutku. "Kak, aku bukan anak kecil, udah kelas 3 SMP nih" "Tetep aja masih kecil, liat tuh, yang main di sini semuanya di atas umur kamu kan? Bandel!" "Kakak nungguin ceweknya belanja lagi ya kayak minggu kemarin?" "Nggak, sekarang dia lagi di salon" Kemudian hp-nya berbunyi, dia membaca sms. "Jangan kesorean pulangnya ya, lain kali pulang dulu ke rumah. Oke" nasehatnya, kemudian menjewer telingaku sambil tersenyum sebelum dia pe...

ANOTHER STORY #1

Aku sebel banget udah nungguin temenku dari tadi. Janjinya sejam yg lalu tapi udah lebih satu jam masih belum juga keliatan wujudnya. Dengan malas aku memasukkan koin ke Video Game di depanku. Lagi seru-serunya main game duel itu tiba-tiba aja ada yangg ngajakin duel, mana pake lawan beratku lagi. Kalah! Aku memasukkan koin lagi, masa aku mau dikalahin begitu aja. 30 menit kemudian aku udah kehabisan 10 koin. "Ga mau kalah banget" akhirnya orang itu berkomentar. Dia tersenyum. Oh gosh, ternyata lawanku Kakak yang cakep, mukanya mirip Dale Midkiff, pemeran Damien Lambert, Polisi masa depan di Serial TV Timetrax. "Hehehe, aku bete nungguin temen. Jadi mendingan maenin game duel aja Kak buat ngilangin keselnya" jawabku nyengir. "Aku juga lagi nungguin cewekku yang belanja. Kok masih pake seragam. Bolos sekolah ya?" "Enggak, tadi langsung aja kesini, ga pulang dulu. Kakak kuliah ya? Dimana?" "Iya, tapi bentar lagi mau tamat. Laen kali pu...

LOVING YOU (GAY VERSION)

Image
Bunyi dering HP terdengar nyaring di telingaku, aku membuka mataku dan meraba-raba tempat tidurku mencari HP-ku, dering ini yang sudah kunantikan sepanjang hari ini, akhirnya aku berhasil, kulihat nama yang muncul di layar HP-ku, aku tersenyum kecil, hatiku berbunga-bunga. “Halo!” serunya. “Aa’, maaf ketiduran, kelamaan yah ngangkatnya?” balasku. ”Gak apa-apa kok!” aku bisa membayangkannya tersenyum. ”Aku yang justru merasa nggak enak nih sudah ngebangunin kamu” ”Gak apa-apa, aku emang udah nungguin telpon dari kamu seharian ini” seruku spontan, Oops, apa yang sudah kukatakan, dasar bodoh!!! batinku, memaki kebodohanku. ”Iya, sebenernya aku mau nelpon lebih cepetan, tapi aku ga mungkin kan langsung wara wiri keluyuran begitu nyampe di sini” dia tertawa kecil. Thanks GOD dia gak punya prasangka macem-macem, aku jadi teringat kembali untuk pertama kalinya kami berkenalan, cukup mengesankan, karena pada awalnya kami hanyalah teman chatting. Aku baru saja log-in untuk sepuluh menit, be...